Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Nederlands
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Nederlands
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Bahaya dari Misinformasi Pro-Aborsi, Bagian 3 dari 3.

2024-07-27
Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Saya ingat ketika saya berjalan masuk ke lobi tersebut (klinik aborsi), saya melihat banyak sepatu Converse dan sepatu kets seperti remaja. Dan ketika saya melihat anak-anak muda ini, mereka adalah anak-anak berusia 13, 14, 15 tahun. Ada sekitar 20 hingga 25 anak di sana. Dan saya menatap mata mereka dan ada gadis-gadis yang menangis, dan beberapa gadis sendirian.
Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (3/3)
1
Acara
2024-07-13
4087 Tampilan
2
Acara
2024-07-20
3465 Tampilan
3
Acara
2024-07-27
3190 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Sains dan Spiritualitas
2026-04-22
599 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-04-22
1334 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-04-21
1342 Tampilan
33:52
Berita Patut Disimak
2026-04-21
713 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-04-21
1143 Tampilan
Jejak Budaya Di Seluruh Dunia
2026-04-21
784 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-04-21
1816 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-04-20
1559 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh